Sabtu, 28 Februari 2015

Awal Mula dan Perjalanan Celana Jeans

Berawal dari sebuah pakaian sederhana dan biasa saja yang digunakan oleh para pekerja kasar, kini denim menjadi salah satu pakaian unik yang mampu menyesuaikan diri dengan tren fashion saat ini seiring dengan perkembangan jaman dan kebutuhan fashion. Lalu bagaimana dengan perkembangan denim dalam industri fashion selama beberapa dekade terakhir? Tahun 1800-an, Penambang Emas & Awal Mula Levi's
Hangtown ( Placerville CA) California Gold Rush 1849
Pada tahun 1800-an, para penambang emas di Amerika menginginkan pakaian yang kuat dan tidak mudah robek. Untuk memenuhi permintaan para penambang, seorang pria bernama Leob Strauss memulai bisnis wholesale, menyediakan pakaian untuk mereka. Leob bersama dengan penjahit Nevada bekerja sama dan berhasil mematenkan ide mereka dengan menambahkan paku (rivet) tembaga pada bagian stress point yang ada pada bagian celana jeans. Strauss kemudian mengubah namanya, Leob yang terkesan sederhana  menjadi Levi agar mudah dan gampang di ingat, inilah awal mula dari terciptanya merk Levi Strauss dan sangat sukses sampai pada saat ini. Tahun 1930-an Era Cowboy
Montana, USA 1930
Cowboy sering kali terlihat tampil di televisi menggunakan celana jeans, karena nya cowboy selalu dikaitkan dengan jeans. Sebagaimana yang kita ketahuai bahwa setiap tayangan yang ada di televisi terutama yang berkaitan dengan pakaian, memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap perilaku kita dalam berpakaian sehari-harinya. Hal ini berdampak pada meningkatnya keinginan orang-orang untuk membeli dan menggunakan celana jeans. Tahun 1940-an, Setelah PD-II
US servicemen in WWII
Pada tahun ini, celana jeans diproduksi dalam jumlah yang sedikit akibat imbas dari perang dunia ke dua. Tapi, tentara AS memperkenalkanya kepada dunia dengan menggunakan jeans sebagai pakaian santai dan nyaman untuk dipakai ketika mereka sedang bebas tugas. Dan setelah perang, perusahaan pesaing seperti Wrangler dan Lee mulai bersaing dengan Levi's di pangsa pasar internasional. Tahun 1950-an, Simbol Pemberontakan Remaja
Denim menjadi sangat populer dikalangan anak muda saat itu. Ia merupakan simbol pemberontakan remaja yang di tayangkan dalam program televisi serta dalam sebuah film yang di bintangi oleh James Dean pada tahun 1955 yang berjudul 'Rebel Without a Cause', yang menjadikanya simbol dari pemberontakan remaja tersebut. Oleh karena itu, sejumlah sekolah di AS melakukan tindakan tegas dengan melarang siswanya mengenakan denim ke sekolah. Tahun 1960-an, Inovasi & Dekadensi
Para produsen denim mulai membuat dan menciptakan berbagai desain dan gaya agar sesuai dengan perkembangan fashion di era tersebut, mereka melakukan inovasi-inovasi dalam proses pembuatan celana jeans seperti; embroidered jeans, painted jeans, psychedelic jeans (pyschedelic disini lebih ke seni dalam menggunakan warna yang digunakan dalam proses pewarnaan kain denim), dsb. Di tahun ini pula, celana jeans sangat sulit untuk di dapatkan bagi sebagian dari mereka (Negara) yang Non-Barat, hal ini menjadikanya sebuah simbol akan 'Dekadensi Barat' kala itu. Tahun 1970-an, Bell-Bottom Jeans & Sweatshop
Pada era ini, tren mengenakan Bell-Bottom Jeans mulai banyak di gemari dan menjadi tren fashion saat itu, baik untuk pria ataupun wanita. Celana ini memiliki ciri khas tersendiri yang terletak pada bagian leg opening nya yang melebar dengan keliling sebesar 18". Di kita, Indonesia. Celana ini dinamai apa hayoo?? Dan pada era ini pula, peraturan yang mengatur tentang perdagangan dunia mulai melonggar dan celana jeans mulai diproduksi dengan jumlah yang relatif banyak di beberapa 'sweatshop', di negara bagian Selatan. Sekilas tentang sweatshop, ia merupakan sebuah pabrik dimana hukum tidak diperdulikan dan para pekerja bekerja selama berjam-jam lamanya serta mewajibkan mereka untuk lembur dengan upah yang tidak sepadan (wikipedia). Oleh karena para pekerjanya dibayar dengan sangat murah, maka celana jeans pun akan menjadi lebih murah dan dipastikan akan lebih banyak lagi orang di negara bagian Selatan yang mengenakan jeans. Tahun 1980-an, Naik Kelas
Pada tahun ini, jeans kemudian menjadi produk fashion kelas atas. Perancang busana terkenal seperti Gucci mulai membuat jeans dengan memakai label mereka sendiri. Alhasil, penjualan jeans pun semakin meroket karenanya. Dan sekarang, celana jeans yang sebelumnya identik dengan para pekerja kasar menjadi salah satu item fashion yang digolongkan sebagai pakaian yang modis dan patut dimiliki oleh siapapun tanpa memandang status ataupun pekerjaanya! Pada era ini semakin banyak jenis, model dan teknik yang digunakan dalam membuat jeans oleh para pelaku industri pakaian. Tahun 1990-an, Resesi Industri
Terjadi resesi di industri jeans pada saat itu, sampai-sampai produsen jeans no.1, Levi Strauss & Co menutup 11 pabriknya disepanjang tahun ini karena menurunya tingkat permintaan terhadap produk mereka. Dan memang pada tahun ini, jarang sekali ditemukan orang yang mengenakan jeans, khususnya di AS sendiri, mereka para generasi muda lebih memilih mengenakan celana khaki, cargo, dan beberapa bahan lainya selain denim, karena mereka tidak ingin terlihat seperti orang tua mereka dalam hal berpakaian. Namun denim tetap masih digemari, hanya saja mereka perlu cara dan inovasi baru dalam proses pembuatan celana jeans, seperti dalam bentuk, potongan, keaslianya, mengusung tema tertentu, dan detil-detil kecil lainya. Tahun 2000 - Sekarang
Jeans kembali dikenal dan mulai digemari lagi setelah desainer ternama seperti Chanel, Dior, Chloe dan Versace memasukan jeans ke dalam koleksi summer '99 milik mereka. Jeans telah kembali lagi kedunia fashion! Mereka mengambil resiko yang kemungkinan akan terulang kembali di era 90-an dimana jeans mulai ditinggalkan. Namun waktu berkata lain, seiring berjalanya waktu dan perkembanganya di industri fashion. Jeans tetap memiliki daya tarik tersendiri dan tetap banyak penggemarnya. Bahkan belakangan ini, telah banyak bermunculan merek-merek denim baru dengan inovasi-inovasi yang baru dan semakin menarik untuk diikuti.

1 komentar: